Danang Margono

Gurusiana teman terhebat yang pernah aku kenal, ayo .. menulis dengan hati untuk kebaikan sesama...

Selengkapnya
Navigasi Web

Apa Bahaya Membentak dan Memukul Anak ? (Hari ke-71 tantangan menulis)

Apa Bahaya Membentak dan Memukul Anak ?

Hari ke-71 tantangan menulis

By Danang Margono, M.Pd.

Seperti pagi sebelumnya seperti biasanya kami beberapa guru berbaris menyambut anak di dekat gerbang sekolah sambil sapa, senyum, salam dan sopan. Menyalami anak satu persatu sambil menyambut anak dan tak lupa memperhatikan seragam dan atribut anak. Sesekali kami mengingatkan dengan lembut kalau ada anak yang lupa tidak memakai ring hasduk atau sekedar membetulkan dasi anak yang masih berantakan.

Sudah menjadi kegiatan rutin, kami bapak/ibu guru berbaris menyambut anak mulai dari pukul 06.15 sampai pukul 07.00. Sudah menjadi tradisi, kami menyambut, menyalami anak dengan senyum sejumlah 845 siswa di sekolah kami. Suatu pagi ketika bel berbunyi aku bergegas menutup pintu gerbang sekolah bersama pa satpam. Karena kulihat sudah tidak ada yang terlambat, aku bergegas menuju ruang guru untuk bersiap-siap melaksanakan kegiatan pengembangan lainnya.

Masih ingat di benakku saat itu hari selasa, berarti jadwal kegiatan pengembangan rutinnya adalah membaca surat-surat pendek/juz’ama di lapangan sekolah bersama seluruh siswa dan guru selama 30 menit. Biasanya dipandu oleh guru mapel agama atau sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.

Alhamdulillah, di sekolah kami kegiatan rutin sebelum kegiatan belajar mengajar selama 30 menit sudah terjadwal dengan baik. Hari Selasa membaca tadarus alquran, hari Rabu membaca hafalan bacaan sholat. Hari Kamis anak-anak akan melaksanakan kegiatan literasi dipandu wali kelas masing-masing. Hari jumat ada kegiatan membaca surat Yasin bersama di lapangan. Dan hari sabtu kegiatan literasi di kelas.

Setelah kegiatan tadarus selesai, kudengar namaku dipanggil salah seorang guru. Kuhentikan langkahku sebentar sambil menunggu beliau yang tampak ada sesuatu yang mau disampaikan ke aku. Sambil berjalan menuju ruang guru, dia bercerita bahwa ada kejadian tadi pagi. Kejadian yang terjadi saat aku baru saja menutup gerbang sekolah dan kemuadian aku berjalan menuju lapangan. “Pa, tadi ada anak yang terlambat 1 orang,”jelasnya. “Apa iya, tadi aku nutup gerbang kayaknya udah sepi” jawabku ringan. “Iya pa. pas panjenengan berjalan sampai ke lapangan ada 1 orang siswa terlambat,”tandasnya. “terus…. “tanyaku penasaran.

“Ngga papa sih, “jawab temanku. “Kalau ngga ada apa-apa, mengapa panjen cerita ke aku” jawabku singkat. “Tadi ada anak 1 terlambat, oleh pa NN, anak tadi ditanya dan dibentak, “mengapa terlambat” dan kalimat keras lainnya pa, “katanya. “sekarang anaknya dimana?”tanyaku. “tadi bersama anak yang lain ikut tadarus pa” jelasnya. “ya sukurlah, tidak disetrap atau disuruh berdiri kan” tanyaku.

Ya begitulah percakapan aku dengan rekan guru yang lain. Sering banget beberapa rekan guru akan melaporkan hal-halyang berbau kekerasan di sekolah. He, he.. maklum akau di sekolah ditujuk sebagai ketua program pelaksana sekolah ramah anak. Jadi kalau ada apa-apa di sekolah pasti mereka akan curat dan sharing atau sekedar bertanya seputar sekolah ramah anak.

”Ok, pa, terima ksih laporannya”sambil kusalami tangannya. “insya Allah istirahat pertama kita brifing pencerahan tentang bahaya kekerasan terhadap anak” tandasku kepada rekanku. Bel tanda masuk jam pertama aku dengar, sehingga sgera aku bergegas menuju kelas 9B karena ada jadwal IPA di kelas tersebut.

Setelah bel istirahat pertama, aku meminta bapak/ibu guru untuk berkumpul di ruang guru untuk brifing dan pencerahan selkaligus penguatan tentang SRA. “Mohon maaf bpk/ibiu, mengganggu sebentar istirahat panjenengan semua”begitu aku memulai menyampaikan prakata pengauatan SRA kepada teman- teman guru.

Sel saraf (neuron) di otak manusia jumlahnya lebih dari 10 trilyun sel otak. Seperti umumnya sel saraf, bahwa sel saraf dimanapun dlam organ manusia tidak boleh ada yag rusak, terjepit, tertindih, robek atau putus. Karena kalau ada sel saraf yang demikian maka tidak ada gantinya sehingga fungsi rangsangan imuls sarafnya akan terganggu. Sel ini akan berbeda dengan sel tubuh. Kalu sel kulit kita terkelupas maka tubuh akan segera menggantinya dengan sel kulit yang baru. Sel darah merah kita usianya maksimal 120 hari. Sebelum 120 hari maka akan diganti dengan sel darah merah baru.

Keadaan ini sangat berbeda dengan sel saraf manusia. Peristiwa traumatic dan kekerasan yang dialami manusia (anak) akan menimbulkan sipatik negative dalam memori otak yang akan membayangi hidup anak dan menghambat perkembangan/kecerdasan anak.

Mari bersama-sama mengurangi sampai mengikis habis kekerasan di sekolah. Karena dampak bahaya kekerasan sangat mengerikan. Menurut hasil penelitian Lise Gliot menjelaskan bahwa 1 kali kitamembentak/memakianakmakaakan membubuh lebih dari 1 Milyarselotaknya.jika kita melakukan 1 kali pukulan atau cubitan mampu membunuh 10 Milyar selotaknya.

Dampak negative kekerasan sangat mengerikan bukan? Ayo selamatkan anak-anak-anak kita. Selamatkan anan-anak / peserta didik kita dari kekerasan baikkekersan fisik atau kekerasan verbal ataupun kekersan seksual. Karena kekerasan dan peristiwa traumatic menimbulkan sinaps negative dalam memori otak anak dan akan membayangi hidup dan menghambat perkembangan anak. Mari berprinsip bersama bahwa semua anak adalah anak kita.

Maka marilah kita bersama melaksanakan hal-hal yang positif. Menyanjung, berempati, bersahabat dan menjadi orang tua mereka di sekolah. Karena dengan 1 kali kita melakukan pujian atau pelukan ternyata akan merangsang dan membangun kecerdasan anak lebih dari 10 trilyun sel otaknya.

Sekian, Terima kasih.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search