Danang Margono

Gurusiana teman terhebat yang pernah aku kenal, ayo .. menulis dengan hati untuk kebaikan sesama...

Selengkapnya
Navigasi Web
BAGAIMANA KONSEP SEKOLAH RAMAH ANAK..?  (Hari ke-63 tantangan menulis)
hari ke-63 tantangan menulis

BAGAIMANA KONSEP SEKOLAH RAMAH ANAK..? (Hari ke-63 tantangan menulis)

BAGAIMANA KONSEP SEKOLAH RAMAH ANAK..?

Hari ke-63 tantangan menulis

By Danang Margono, M.Pd.

Sekolah Ramah Anak (SRA) bukanlah membangun sekolah baru. Tetapi memberdayakan seluruh potensi sekolah baik pendidik/tenaga kependidikan, sarana prasarana, peserta didik, orang tua dan masyarakat dalam upaya memberikan dan menjamin terpenuhinya hak-hak anak di sekolah. Sekolah yang berkomitmen untuk melindungi anak-anak dari kekerasan fisik, kekerasan psikis dan kekerasan seksual.

SRA merupakan rumah besar dari berbagai atribut sekolah seperti sekolah adiwiyata, sekolah aman, sekolah inklusif, sekolah karakter, sekolah sahabat keluarga. Bersama-sama berusaha menciptakan sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan menyenangkan.

Pertanyaannya bagaimanakah sebenarnya konsep SRA? Sekolah Ramah Anak dibentuk dengan empat konsep utama. Pertama, mengubah paradigma pendidik dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak. Mengubah mind set guru sebagai pendidik. Selama ini banyak guru yang masih berprinsip yang penting saya mengajar. Tugas utama saya mengajar. Jadi datang ke sekolah hanya mengajar tidak perduli bagaimana sikap anak di kelas, bagaimana perilaku anak di sekolahbersikapa masa bodoh.

Perilaku dan mindset para pendidik perlu diubah. Dalam konsep SRA, pendidik atau guru harus mempunyai sikap bahwa dia adalah pembimbing anak di sekolah. Dia adalah sahabat dan orang tua anak di sekolah. Melalui perubahan paradigm ini makan pendidik di sekolah akan meperlakukan anak sebagai sahabat, orangtua dan pembimbing mereka. Yang setiap saat mempunyai kewajiban melindungi anak dari tindak berbahaya atau yang merugikan bagi anak.

Kedua, bahwa semua warga sekolah selain peserta didik adalah orang dewasa yang setiap saat haus memberikan keteladanan. Maka semua warga sekolah (orang dewasa) akan bersikap hati-hati daan selalu memberikan keteladanan. Keteladanan dalam berbicara, keteladanan dalam tindakan dan keteladanan semua bidang. Ingatlah, bahwa anak-anak adlah peniru ulung. Yang setiap saat apa yang dilihat dan di dengar dari orang dewasa akan ditiru dan dipraktekkan. Jadi kalau anak melihan guru merokok di sekolah misalnya, maka anak akan meniru merokok di luar sekolah.

Ketiga, memastikan bahwa semua orang dewasa di sekolah terlibat penuh dalam melindungi anak di sekolah. Semua warga sekolah tanpa terkecuali mulai dari stpam, penjaga sekolah, tulang kebu, tenaga kependidikan, tenaga pendidik (guru) semua mempunyai kewajiban melindungi anak-anak dari kekerasan yang akan menimpa mereka.

Keempat, memastikan bahwa orang tua dan anak terlibat dalam mememuhi 6 (enam) kompnen SRA. Jadi sekolah harus mengajak orang tua/ wali peserta didik dalam usaha memenuhi komponen sekolah ramah anak. Mengajak orang tuan berpartisipasi dan ikut bertanggung jawab dalam memenuhi komponen SRA. Sekolah juga harus mengajak peserta didik dalam usaha pemenuhan komponen SRA. Bisa berupa usulan atau pembuatan program sekolah, partisipasi dalam proses kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Sehingga diharapkan orang tua dan peserta didik akan merasa handarbeni (memiliki) sekolah dengan baik.

Demikian empat konsep sekolah ramah anak. Dari ketiga konsp tersebut untur terpenting adalah keteladanan dari orang dewasa yang berada di sekolah. Memastikan bahwa semua orang dewasa di sekolah memberikan teladan dalam bersikap dan bertindak yang baik sehingga akan diiru dan diikuti oleh peserta didik dengan baik juga.

Sekian, terima kasih. Salam SRA= anak senang, guru tenang, orang tua bahagia.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search