Danang Margono

Gurusiana teman terhebat yang pernah aku kenal, ayo .. menulis dengan hati untuk kebaikan sesama...

Selengkapnya
Navigasi Web

Bagaimana Membentuk Tim SRA di Sekolah (Hari ke-72 tantangan menulis)

Bagaimana Membentuk Tim SRA di Sekolah

Hari ke-72 tantangan menulis

By Danang Margno, M.Pd.

Selesai mengikuti kegiatan sosialisasi tentang SRA tanggal 20 Oktober, 5 tahun yang silam yakni tahun 2015. Babeh, kepala sekolahku begitu aku memanggilnya menyuruh untuk membuat undangan. Undangan ini ditujukan kepda perwakila orang tua, pengurus komite, perwakilan siswa, seluruh guru dan staff tata usaha sekolah. Undangan ini berisi 2 hal yaitu sosialisasi sekolah ramah anak dan pembentukan tim SRA sekolah.

Karena disuruh membuat undangan dan memfasilitasi kegiatan tersebut, aku segera membuat undangan. Saat itu aku ngga ngeh (agak acuh) karena yang mengikuti sosialisasi di dinas pendidikan saat itu juga bukan aku. Aku juga kurang begitu paham apa itu sekolah ramah anak. Intinya bahwa sekolahku dan sekolah lainnya ditunjuk sebagai salah satu rintisan sekolah ramah anak.

Tempat dan sarana lain yang akan digunakan aku koordinasikan dengan rekan lain agar pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pembentukan SRA berjalan dengan lancer. Tak lupa juga aku buatkan daftar hadir peserta rapat, notulen dan berita acara rapat. Tak kalah penting kegiatan ini juga harus terdokumentasikan dengan baik berupa foto-foto kegiatan.

Akhirya pada hari sabtu, 24 Oktober 2015 agenda rapat tersebut dilaksanakan. Kegiatan dimulai dengan sambutan kepala sekolah dan komite. Acara inti berupa sosialisasi tentang SRA dan membuat pernyataan komitmen bersama dalam menyelenggarakan SRA. Pada lembar pernyataan komitmen tersebut dibubuhkan perwakilan warga sekolah meliputi kepala sekolah, guru BK, satpam, unsure orang tua, komite sekolah dan unsure peserta didik.

Kegiatan sosialisasi tentang SRA banyak mendapat pertanyaan dari berbagai pihak terutama tentang bagaimana implementasinya. Ada juga yang bertanya apakah semua sekolah di Indonesia nantinya diberlakukan semuanya. Pertanyaan lain mengemuka tentang bagaimana mengatasi anak yang berkebutuhan khusus (anak nakal).

Setelah seluruh stake holder sekolah berkomitmen mengembangkan model sekolah ramah anak, maka seluruh pemangku kepentingan di sekolah, langkah selanjutnya adalah membentuk tim pengembang model Sekolah Ramah Anak di sekolah.

Susunan tim pengembangan model Sekolah Ramah Anak sekurang-kurangnya adalah : Ketua yaitu kepala satuan pendidikan atau yang ditunjuk oleh kepala satuan pendidikan; wakil Ketua yaitu perwakilan dari komite sekolah ; sekretaris yaitu dari perwakilan tenaga kependidikan.

Koordinator pokja meliputi : koordinator pokja Kebijakan Sekolah Ramah Anak yaitu dari guru bimbingan dan konseling atau perwakilan guru; koordinator Pokja Kurikulum Pengembangan sumber daya dan sarana prasarana yaitu dari wakil kepala sekolah atau dari tenaga pendidik atau kependidikan; koordinator Pokja Partisipasi Anak yaitu dari perwakilan peserta didik atau komite sekolah; koordinator Pokja Partisipasi orang tua, lembaga masyarakat dan alumni yaitu perwakilan orangtua atau kelompok masyarakat.

Demikian cara membentuk sekolah ramah anak dan bagaimana susunan tim pengemang SRA di sekolah. Hal terpenting adalah adanya komitmen dari seluruh stake holder sekolah untuk melaksanakan dan menjamin adanya perlindungan anak dari kekerasan di sekolah.

Sekian,… Terima Kasih

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search