Danang Margono

Gurusiana teman terhebat yang pernah aku kenal, ayo .. menulis dengan hati untuk kebaikan sesama...

Selengkapnya
Navigasi Web
HIJRAH HATI  (Hari ke-70 tantangan menulis)
hari ke-70 tantangan menulis

HIJRAH HATI (Hari ke-70 tantangan menulis)

HIJRAH HATI

Hari ke-70 tantangan menulis

By Danang Margono, M.Pd.

Hal terpenting dari konsep dan manajemen SRA adalah adanya kemauan yang tulus dari seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mengubah mindset. Mengubah midset bahwa seluruh potensi di sekolah dilaksanakan untuk kepentingan anak semata. Dari pendidik dan tenaga kependidikan harus mengubah paradigma dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak. Perubahan mindset yang mendasari komitmen bahwa guru di sekolah adalah sahabat, orang tua dan pembimbing anak.

Perubahan mindset bahwa seluruh anak di sekolah adalah anak kita semua yang wajib dibimbing, difasilitasi agar potensi, bakat dan minatnya dapat berkembang. Berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anak dalam menumbuhkan dan mengembangkan karakter positif, akhlak mulia.

Kalau HIJRAH HATI ini sudah terjadi maka yakin, tidak ada guru yang membentak anak. karena anak-anak di sekolah juga anak mereka. Tidak ada lagi guru di sekolah yang mengeluarkan kata-kata bernada negative. Semua anak diperlakukan selayaknya anak sendiri di rumah, yang harus diperlakukan dengan lembut. Melayani anak dengan hati dengan tulus.

SRA menuntut guru dan warga sekolah dewasa lainnya untuk memberikan keteladanan di sekolah. Memberikan keteladanan yang positif kepada semua anak di sekolah. Kita menyuruh anak untuk belajar mengerjakan sholat lima waktu, maka kita juga harus memberikan contoh melaksanakan sholat lima waktu. Mengajak anak untuk sholat dhuhur berjamaah, maka guru juga harus bersama anak melaksanakan sdolat dhuhur berjamaah. Kita menyuruh anak untuk tidak merokok, maka di sekolah jangan sampai anak-anak ada yang nelihat guru atau warga sekolah lainnya merokok di sekolah.

Hijrah hati ini harus dilakukan dengan kompak oleh semua warga sekolah. Hijrah hati untuk memberikan keteladanan kepada anak (siswa) dalam semua hal. Selain dilaksanakan oleh semua warga sekolah, hijrah hati ini juga harus dilakukan secara kontinyu. Dilakukan setiap hari dan setiap saat. Masih ingat bahwa anak adalah peniru ulung. Jadi setiap yang dilihatnya akan ditiru oleh anak.

Hijrah hati ini juga dilakukan dengan keyakinan dan memastikan orang dewasa di sekolah terlibat penuh dalam melindungi anak. seluruh warga sekolah harus berkomitmen bersama untuk melindungi anak-anak dari kekerasan. Melindungi anak dari makanan/jajanan berbahaya yang mengandung pewarna, pengawet dan zat adiktif lainnya. Memastikan bahwa makanan di kantin terjaga dari zat-zat yang berbahaya. Memastikan bahwa anak-anak aman dari pengaruh bahaya narkoba, NAPZA dan zat berbahaya lainnya.

Seluruh warga sekolah harus berhijrah hati untuk memberikan [elayanan berupa sarana prasarana yang tidak berbahaya. Prasarana yang aman bagi ruang bermain anak. tidak ada duri di taman atau tanaman, tidak ada meja bersudut yeng berbahaya. Dan bahkan memastikan tidak ada permainan yang berbahaya untuk anak.

Ayo, kita semua hijrah hati mengubah mindset untuk bersama semua anak-anak di sekolah dari kekerasan, makanan minuman berbahaya, mencegah narkoba masuk sekolah. Ayo kita bergerak untuk hijah hati melaksanakan semua program dan kegiatan sekolah untuk kepentingan terbaik anak.

Selesai, terima kasih.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search