Danang Margono

Gurusiana teman terhebat yang pernah aku kenal, ayo .. menulis dengan hati untuk kebaikan sesama...

Selengkapnya
Navigasi Web

SANG PENUNGGU WAKTU (2) (Hari ke-60 tantangan menulis)

SANG PENUNGGU WAKTU (2)

Hari ke-60 tantangan menulis

By Danang Margono, M.Pd.

“Pa, dari rontgen ini jelas tulang clavicula ini patah, “sang dokter memulai pembicaraannya. “Tapi anehnya tulang yang patah ini udah menyambung kembali dan telah merekat kuat,” tambahnya. Aku hanya mendengarkan dengan seksama ucapan dokter. "Bapak usianya berapa?”Tanya sang dokter penasaran. “empat puluh lima, dokter” jawabku ringan. “Alhamdulillah tapi luar biasa baru sebulan dan ternyata tulang sudah menyambung dengan kuat, di usia bapa yang sydah 45 tahun, iya…iya luar biasa. Artinya vitamin dan mineral yang dibutuhkan tulang sangat bagus tercukupi” bilang pa Mulki sang dokter. Aku yang mendengar cuma manggut-manggut saja.

“Ya, sudah ini saya buatkan resep dan tolong obatnya diminum dengan teratur” katanya sambil menulis coretan tak terbaca di secarik kertas. “Dan untuk membantu dan memulihkan gerak lengan bapak, ini saya buat rujukan untuk fisioterapi ”jelasnya. “siap pa dokter” kataku sambil bergeser ke arah perawat di samping mejanya. Selanjutnya aku diberi penjelasan lengkap oleh perawat terkait teknis fisioterapi dan pengambilan obat.

Keluar dari ruang ortopedi, aku membawa kertas rekaman hasil rontgen yang lebar itu dan beberapa catatan berupa pengantar fisioterapi dan resep yang harus diambil obatnya saat itu juga. Kulirik waktu di HP ternyata sudah menujukkan pukul 16.15 sore. Bergegas aku segera ke apotik untuk menukar resep dengan obat. Sebagian nama obat sudah aku kenal sebagai obat untuk mengurangi rasasakit tulang/sendi. Sebagian lagi antibiotic. Yang lainnya aku engga kenal sama sekali karena tearasa asing nama-namanya.

Nikmat sekali rasanya sakit ini ditambah harus kulakoni aktivitas hari ini dengan hanya berteman HP. Beberapa menit kemudian namaku dipanggil tandanya racikan obat udah selesai. Segera aku bergegas menuju arah seumber suara itu. Dan bla-bla sang perawat menjelaskan minum obat, agak kuhiraukan penjelasannya karena rasa pusing dan penat sudah menggelayut tak tertahan.

Selesai memperoleh obat, aku meluncur sendiri pulang dengan sepeda motorku. Rasa lelah seharian di rumah sakit membuat pening kepala. Kujalankan motor pelan-pelan sambil menikmati lelahku.

Hari ini aku belajar untuk mensyukuri nikmat kesehatan yang sangat mahal. Mensyukuri nikmat kesempatan yang aku dapatkan. Dan bersyukur karena masih banyak saudara-saudara yang lain yang lebih merasakan sakit dibanding aku.

Terima kasih ya Robb…

atas nikmat sakit ini dan aku ikhlas menerima sakit ini sebagai penebus dosa-dosaku maka ampunilah dosa-dosa hamba-MU ini.

Selesai… terima kasih.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search