Danang Margono

Gurusiana teman terhebat yang pernah aku kenal, ayo .. menulis dengan hati untuk kebaikan sesama...

Selengkapnya
Navigasi Web
90 Kisah Menuju Emas  (Hari ke-90)
hari ke-90

90 Kisah Menuju Emas (Hari ke-90)

90 Kisah Menuju Emas

Hari ke-90

By Danang Margono, M.Pd.

Masih ingat ketika genderang tantangan menulis selama 90 hari dibunyikan. Saat itu hari Rabu, tanggal 15 Januari 2020. Sementara aku baru bergabung dengan gurusiana secara resmi (memperoleh KTA) tanggal 14 Januari 2020. Tulisanku di gurusiana juga baru 2 artikel, yang aku tulis tanggal 9 dan 13 Januari 2020. Wah.. wah, berarti aku baru lahir 1 hari ya… Entah, mengapa saat itu aku menjawab tantangan menulis 90 hari tanpa henti dari pak CEO master Moh. Ihsan. Aku menyatakan diri siap menerima dan sanggup menulis artikel tiap hari sampai 90 hari. “aku pasti sanggup.”gumamku penuh yakin.

Sebelum mengenal gurusiana, aku juga suka menulis. Tapi tulisanku umumnya berupa karya tulis ilmiah, artikel ataupun penelitian tindakan kelas. Beberapa artikelku juga pernah nampang di koran lokal, majalah atau di jurnal penelitian. Bak gayung bersambut, ketika ada tantangan tersebut aku mengiyakan menulis. Dalam benakku minimal 30 hari, insya Allah dapat aku selesaikan.

30 hari pertama aku fokuskan pada tulisan bertema parenting. Menulis kisah keluarga dari ketiga anakku dan kisah aku beserta puisi untu permaisuriku. Sering juga kehilangan ide, apa yang harus kutulis meski temanya udah aku tetapkan di awal. Maklum pemula jadi gagasan dan ide belum bisa mengalir dengan deras.

Menulis di 30 hari pertama kadang membuat aku resah dan bingung. Sering sudah di depan laptop tapi tangan ga bisa menulis. Sering juga aku tulis judulnya “judule apa iki” , cerita siapa dan apa lagi ini. Begitulah sering sekali mengalami blank hingga laptop kembali aku tutup. Untuk mengisi ide kadang aku harus berjalan, merenung, membayangkan agar muncul ide atau gagasan tulisan.

Rasanya susah sekali menemukan gagasan ide meski temanya sangat jelas. Alhamdulillah pada tulisan ke 20 mendapat suntikan motivasi dari pak CEO. Iya, tulisanku kali ini dikomentari langsung oleh pak Moh. Ihsan. Beliau mengomentari artikelku ini dengan kata-kata, “subhanalloh… saya terharu. Luar biasa, keren.” Beliau juga berkata, “coba upgrade ke akun gurusiana premium, rasakan kenyamanannya.. tanpa iklan soalnya.” Kata yang sangat menyentuh hingga aku bersemangat lagi menulsi untuk menyelesaikan tantangan 30 hari menulis. Terima kasih spiritnya pak CEO.

Berkat motivasi beliau, akhirnya tulisan ke tiga puluh dapat aku selesaikan dengan baik pada tanggal 13 Februari 2020 yang aku beri judul semua sayang karena gurusiana mimpiku jadi kenyataan. Yang berisi tentang motivasi dan dukungan dari semua anggota keluarga untuk melanjutkan tantangan menulis ini.

Ada kejadian yang paling susah ketika memasuki tantangan ke 39. Masih ingat saat itu hari sabtu tanggal tanggal 22 Februari 2020. Aku berencana bersama rekan-rekan guru dari Pemalang menghadiri teman yang menyelenggarakan resepsi pernikahan putrinya di Salatiga. Saat itu aku sesuai perjanjian aku berangakt dari Brebes dan akan nunut (nebeng) mobil teman untuk berangkat bersama ke Salatiga. Ternyata takdir berkehendak lain, aku ngga jadi nebeng, semua rekan-rekan akhirnya sepakat menggunakan mobilku. Dan alhasil aku harus menjadi drivernya ke Salatiga.

Sejak berangkat aku sudah merasa tidak enak karena mobil belum diservis. Takut ada apa-apa di perjalanan. eh, ternyata benar, dalam perjalanan pulang sampai di jalan tol di daerah kabupaten Batang, mobilku mogok karena kanvas koplingnya habis. Mogok di tol hujan-hujan dan waktunya menjelang maghrib. Padahal menuju Pemalang masih jauh, sekitar 2 jam.

Kami bertujuh di mbil merasa panik. Telpon darurat tol dihubungi ngga ada yang nyambung. Baru konek sekitar jam 8 malam. Jadilah mobil di derek. Sampai di pemalang sekitar pukul 10 malam. Sementara aku juga harus pulang ke Brebes. Akhirnya oleh teman-teman mobil langsung di servis di SMPN 7 Pemalang mengganti kanvas kopling mobil. Eh, baru kali ini loh mobilku mogok, asli..he…he…

Oleh tukang servis, langsung ganti spare part dan selesai servis skitar pukul 01.00. panas, lelah, capek apalagi hujan rintik mengiringi servis mobilku. Loh, terus nulisnya kapan ?. Dalam hati, pasti aku remidi. Karena aku tidak membawa PC ataupun laptop, bagaimana aku harus menulis..?

Alhamdulillah, muncul ide untuk menulis langsung di HP yang konek dengan blog gurusiana. Sambil mencari spare part aku nulis. Ngga tahu kenapa muncul ide untuk menuils puisi tentang mogoknya mobilku. Akhirnya muncullah artikel berupa puisi untuk hari ke 39, dan aku beri judul Sang Putri Mogok.

Itulah momen-moment paling genting yang aku rasakan ketika menggamit mimpi menuju emas. Dan Alhamdulillah hari ini aku selesaikan artikel ke-90 dengan baik. Terima kasih gurusiana yang telah memberi kesempatan bertemu denganmu, telah memberi kesempatan melatih keterampilan menulisku. Terima kasih rekan-rekan gurusianer dan pak CEO Moh. Ihsan yang telah memberi motivasi dan sebongkah spirit lewat komentar inspiratifnya. Tak lupa terima kasih untuk keluargaku yang telah mendukungku selama ini. Terima kasih istriku yang selalu mengerti aku.

Sekian, dan terima kasih.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post